Rasanya Jadi Jomlo Berpahamn-pahamn, Apakah Lantas Aku adalah Orang yang Bermakhilaf?

menjadi-jomlo-bertahun-tahun menjadi-jomlo-bertahun-tahun

Setiap orang memiliki dalil tersenpribadi perihal menjadi jomlo. Ada beberapa orang yang mungkin seloyalnya ingin menjalin hubungan, tapi kondisi dan situasinya sedang tak memungkinkan. Ada juga yang memang ingin menjomlo karena… ya memang sedang ingin senpribadian aja. Pilihan itu sah-sah aja karena nggak ada yang dirugikan. Lagi pula, memilih untuk senpribadi singkapn merupakan sebuah aib kok, kamu tetap bisa melakukan luber hal seperti orang-orang lainnya.

Sayangnya, ada saja orang yang memberikan cap buruk terhadap status ‘jomlo’ ini. Buktinya, minggu lampau  media sosial Twitter pernah ramai memperbincangkan seorang cewek yang menolak didampingi oleh cowok karena pernah menjomlo selama empat mengertin. Cuitan tersebut pun menuai deras reaksi dari publik.

“Apa iya orang yang menjomlo selama berpedulin-pedulin termasuk orang-orang yang bermamenyimpang sampai-sampai patut menjadi red flags saat ingin menjalin hubungan?”

Melihat dari kacamata cewek tersebut, Hipwee Premium tertarik untuk berbagi cerita bercocok Hardiana Noviantari mengenai pandangan si cewek yang dianggap terkemudian dini berprasangka terhadap cowok yang diakui sedang menjadi gebetannya.

Menurut Hardiana, akan terasa ketat jika mengukur kualitas seseorang tetapi dari lamanya menjomlo saja

Beberapa batas bernapas yang lantas, jagat Virtual Twitter ramai memperbincangkan seorang cewek yang menolak untuk dimepeti oleh seorang cowok karena si cowok menjomlo selama empat ingatn. Padahal cowok ini memiliki sifat dan fisik yang terbilang oke. Si cewek menganggap bahwa orang yang sudah lama nggak menjalin hubungan adalah orang yang ‘bermakhilaf’. Lantas, apakah pernyataan tersebut cocok adanya?


Dapatkan free access untuk pengguna baru!

“Sempit banget sih kalau mengukur kualitas seseorang atau ingin kenal apa nggak sebanding orang belaka melihat dari lamanya menjomlo,” ujar Nana.Nana, sapaan akrab Hardiana, yang juga sudah berada di fase menjomlo lama pun turut memberikan tanggapannya mengenai label orang bermakeliru belaka karena menjomlo.

Padahal daripada hanya melihat seseorang dari lamanya menjomlo, kamu bisa lo mempertimbangkan hal lain seperti tim bubur diaduk atau nggak dan tim sereal dulu atau susu dulu. Selain itu, kamu juga bisa melihat apakah kamu nyaman saat berbicara atau berkomunikasi dengan dia dan masih berjibun hal lain yang bisa kamu gali saat reaksi penkariban supaya semakin mengenal gebetanmu.

Nana juga mengmenyiahkan bahwa prioritas setiap orang berpertikaian dan nggak melulu perihal hubungan

Banyak sekali hal yang melatarbelakangi argumentasi seseorang seengat memutuskan untuk nggak menjadikan hubungan sebagai prioritas utamanya untuk kurun waktu tertentu. Nana juga mengmenyiahkan bahwa setiap orang memiliki prioritas yang Terpisah.

“Setiap orang memiliki prioritas yang Bertentangan dan prioritas itu nggak mesti melulu tentang pacar,” tutur Nana.

Selain itu, berprasangka buruk terhadap seseorang juga singkapn merupakan sikap yang bijak. Mungkin orang-orang yang pernah atau sedang jomlo beracuhn-acuhn memiliki prioritas lain seperti ingin fokus menyelesaikan kuliah, fokus meniti dan mengembangkan karier, atau mungkin sedang ingin fokus merawat orang tua yang sedang remuk.

Bukan cuma perihal ada prioritas lainnya, terdapat beberapa dasar yang melatarbelakangi seseorang menjomlo dalam batas urip yang cukup lama. Mungkin dasarnya karena sedang berusaha bangkit dari kejadian di masa lalu yang melangsungkannya trauma, memiliki trust issue karena sudah dikecewakan di hubungan sebelumnya, atau sesimpel karena memang sedang ingin sendiri aja.

Kalau memang memiliki ketertarikan, nggak ada salahnya untuk mengenalnya secara personal supaya lebih peduli karakternya

Kalau memang kamu tertarik dengan sifat dan karakter doi, apa nggak sesaling menolongnya kenalan lebih lanjut dulu aja? Toh, kamu dan dia juga masih cocok-cocok dalam cara saling mengenal. Lebih lanjut, menurut Nana, dariatas sudah lebih dulu berprasangka di awal perkenalan, lebih saling menolong fase kenalan ini dilanjutkan dulu aja kalau memang merasa tertarik dengan kepribadian dan sikapnya.

“Sebaiknya sih nggak berprasangka dulu ya, kalau memang tertarik, lebih baik kenalan dulu aja,” tukas Nana.

Dengan mengenalnya lebih suntuk, kamu bisa mengerti apa yang menjadi dalilnya saat memilih untuk menjomlo dalam kaum era. Selain itu, kamu dan dia juga bisa saling mengenal perihal sifat dan karakter masing-masing. Apakah kamu nyaman saat berbagi cerita dengan dia? Apakah bercerita dengan dia menjadi suatu hal yang menyenangkan? Atau malah ternyata kamu dan dia memiliki hobi yang pas?

Sepertinya pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’ memang lurus adanya. Proses pengenalan memang berguna untuk mengekenali apa yang tertidak emosi untuk hubunganmu ke depannya. Jika mengenalnya saja belum, tapi sudah berprasangka, bagaimana kamu mau melihat kepribadian murninya?

Alih-alih menjadikan lamanya menjomlo demi red flags, ada kira-kira sikap dia yang bisa kamu tandai demi ancang-ancang apakah dia bermaalpa

Ada jumlah sikap cowok yang bisa kamu jadikan bagai red flags saat berkenalan ketimbang sekadar mempertimbangkan dari sisi lamanya menjomlo lo.

Sikap-sikap yang disebutkan tak melulu dimiliki oleh mereka yang menjomlo lama, bisa jadi dimiliki juga oleh dia yang gonta-ganti pacar dan tak sempat senbatang tubuhan. Makanya, alih-alih menghitung masa seseorang senbatang tubuh terus menjadikannya red flag, lebih tidak emosi pasang mata melihat hal-hal itu deh. Caranya? Ya dengan kenalan dulu.