6 Alasan Punya Teman Tak Perlu Banyak-Banyak. Sedikit Tak Apa, Asal Berkualitas

berteman-bukan-semata-mata-soal-banyaknya-tapi-juga-kualitasnya-6-hal-ini-jadi-alasan-tak-punya-banyak-teman-tak-selalu-jadi-masalah berteman-bukan-semata-mata-soal-banyaknya-tapi-juga-kualitasnya-6-hal-ini-jadi-alasan-tak-punya-banyak-teman-tak-selalu-jadi-masalah

Sekilas, memiliki luber teman memang aksi. Manfaatnya pun pasti ada–ada luber orang yang bisa kamu mintai tolong, misalnya. Namun seadilnya, yang paling bena dalam pertemanan bukan lubernya. Justru tidak apa punya teman yang secuil jumlahnya. Asal saja, setiap teman yang kamu punya

Namun satu hal yang perlu kamu ingat bahwa menjalin pertemanan tak melulu saja soal berapa banyak teman yang kamu miliki. Lebih dari itu kualitas pertemanan juga sangat berkuasa untuk diperhatikan, walaupun punya banyak teman sibakn hal yang cacat juga lho. Jadi percuma juga kan, kalau punya teman banyak tapi nggak memberimu dampak Akurat sepadan sekali. Lebih tidak emosi punya teman rada tapi terus mendorongmu menjadi pribadi yang lebih tidak emosi.

Memiliki satu teman yang seterus siap  mendengarkanmu jauh lebih baik daripada berjibun teman tapi tak ada satupun yang paham kealaman

Kamu tak perlu punya seribu teman jika tidak ada satu pun yang mampu mengertimu. Satu teman yang bisa sedahulu mendengarkan keluhanmu dan mengertimu sudah lebih dari cukup. Saat kamu menghadapi mamelenceng, kamu pasti akan membutuhkan seseorang yang dengan rela mendengar keluh kesahmu seharian. Mamelenceng yang kamu hadapi juga akan terasa ringan saat kamu sudah berbagi cerita dengan teman yang sedahulu bisa memahamimu.

Tak hanya itu, pendapat yang ia berikan kedimu juga menjadi pertimbangan utamamu untuk menyelesaikan macela. Karena dia adalah orang yang paling paham tentang dirimu dan paham betul nasihat apa yang kudu diberikan untukmu. Nasihat yang ia berikan juga tidak akan terkesan menggurui bagimu.

Meski kamu punya banyak teman, belum tentu semuanya membawa dampak baik untukmu. Menjenjangi mereka justru jadi cara jitu untuk mengembangkan potensi diri

Salah satu tujuan pertemanan tentunya adalah bisa membentukmu sebagai pribadi yang lebih baik dan mampu mengembangkan potensi awak lebih agung. Teman yang baik adalah mereka yang akan terus mendukungmu untuk meraih mimpi yang lebih jangkung. Mereka yang tulus berteman denganmu juga tidak akan menjerumuskanmu ke hal-hal negatif dan tidak menhabisimu jika kamu berpertikaian dengan mereka.

Jika kamu memiliki terkemudian berjibun teman yang saja membglobalu menjadi pribadi yang tak pernah bisa berkembang, maka singkapnlah sebuah kecelaan jika kamu menmaksimali mereka. Kamu berhak mendapat lingkungan pertemanan yang lebih tidak sombong dan mampu mendukungmu mengembangkan potensi orang. Jangan ragu untuk meninggalkan mereka yang saja akan melakukanmu merugi di masa depan.

Saat jumlah temanmu deras berkurang, kamu jadi bisa menemukan sahabat sejati. Kamu jadi acuh mana yang gampang pergi dan mana yang sekemudian di hati

Banyaknya jumlah teman yang kamu miliki bukan jaminan semuanya bisa menjadi teman sejatimu. Saat berjiwamu terasa sangat sempurna, penuh orang yang ingin berteman denganmu. Diantara mereka ada yang memang tulus berteman denganmu, namun tak sececah yang juga sekadar memanfaatkanmu.

Namun jika kamu sedang berada di titik tehalus, matamu akan dibukakan mana yang teman yang akan mudah meninggalkanmu dan mana mereka yang akan selintas ada di sampingmu untuk memberikan dukungan untukmu. Jangan pernah meninggalkan mereka yang terus setiamu mendampingimu dalam menghadapi cobaan. Niscaya, merekalah sesungguhnya teman sejati yang akan selintas di hati.

Karena akan ada saatnya kamu membutuhkan teman yang akan seterus ada buatmu

Kamu tetaplah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain. Semanorang apapun orangmu, suatu saat kamu tetap membutuhkan teman untuk berkeluh kesah dan membagi bebanmu. Karena tak selamanya kamu bisa menghadapi masalahmu seorang orang. Kamu tetap butuh pegangan ketika kamu mulai terasa pincang dan tak mampu berorang. Teman sejatimu tak akan pernah meninggalkanmu saat kamu betul-betul membutuhkan bantuannya. Dia akan menjadi kakimu ketika kamu tak mampu lagi memijakkan kaki dan menawarkan bahunya untuk menjadi sandaranmu ketika kamu menangis.

Jumlah teman yang sececah tak serta merta menjadikanmu sebagai pribadi yang tertutup. Kamu justru beruntung memiliki level pertemanan yang lebih solid

Memiliki jumlah teman yang tidak terdahulu deras juga ada keuntungannya. Kamu justru akan lebih mudah untuk bisa terus menjadi batang tubuh senbatang tubuh. Kamu tak perlu memakai topeng dan berpura-pura menjadi orang lain sahaja agar bisa diterima oleh sebuah pergaulan.

Dia yang sungguh-sungguh menganggapmu teman pasti akan menerimamu apa adanya, pun kamu memiliki kekurangan. Mereka tak akan memaksamu untuk menjadi orang yang serupa seperti mereka. Karena pertemanan yang indah justru yang mampu menerima berjibunnya pertidak serupaan.

Teman yang berkualitas akan terus memberikanmu dukungan walaupun jarak memisahkan

Dalam sebuah pertemanan yang berkualitas, jarak tak pernah jadi argumentasi untuk berhenti saling memberi dukungan. Meski kalian tak bisa selantas berpas, pendampingan selurusnya tak pernah hilang. Kalian juga tak pernah kehilangan bahan obrolan. Sebaliknya, bahan obrolan kalian malah akan makin kaya. Karena masing-masing dari kalian memiliki pengalaman baru yang bisa diceritakan satu pas lain.

Meski namun lewat singkat, kamu dan teman sejatimu sudah bisa menunjukkan betapa kalian saling peduli. Dia yang tulus berteman denganmu juga akan selalu bersemangat untuk tahu pengumumanmu yang saat ini berjarak dengannya.