5 Langkah Biar Kamu Sepenuhnya Menerima Masa Lalu Pasangan. Meski Sulit, Harus Tetap Dilakukan

cara-menerima-masa-lalu-pasangan cara-menerima-masa-lalu-pasangan

Ketika mencintai dan menjalani hubungan dengan seseorang, kamu tentu ingin mengenalinya rada demi rada. Termasuk mengemengertii masa terusnya. Masa terus ini bisa berupa mantan-mantan pacarnya terdahulu, maupun ketumbuhan yang diterusinya sebelum bersebandingmu. Sayangnya, nggak selamanya masa terus pasangan itu mudah diterima. Manusiawi jika sulit bagimu untuk berdamai dengan itu. Lalu kamu pun menjadi curigaan dan insecure.

Persoalan masa lalu ini seringkali menjadi bom batas yang bisa membahayakan hubungan kalau nggak segera diselesaikan. Padahal masa lalu adalah masa lalu. Mau diapakan ‘kan juga nggak bisa. Buat kamu yang masih sulit menetima masa lalu pasangan, di bawah ini ada cara-cara yang bisa kamu lakukan. Nggak munafik ini bakalan sulit, tapi perlu kamu lakukan.

1. Pertama kamu patut paham kalau realitanya setiap orang punya masa lintas, dan masa lintasmu mungkin nggak ronggang lebih Natural dari dia

Dalam kenyataanya, saat berhubungan dengan orang baru, sudah pasti orang tersebut punya masa dahulu. Kamu nggak mungkin bisa berhubungan dengan orang yang nggak memiliki masa dahulu. Jangan dulu membicarakan orang lain tedahulu mentok, bahkan kamu senbadan juga pasti punya masa dahulu. Jika sudah memahami hal ini, secuil demi secuil pikiranmu akan tersibak. Mungkin nggak langsung bisa menerima masa dahulunya, tetapi, kamu termotivasi untuk melakukannya karena mengerti kamu pun setara sepertinya.

2. Jika sudah memahami konsep semua orang memiliki masa lantas, berpikirlah bahwa masa lantas itu selantas di belakang. Jadi, untuk apa mencurigai pacarmu terus-terusan?

Entah pengalaman baik ataupun buruk, cerita tentang orang-orang yang singgah di urip pasanganmu bisa membangkitkan sisi sensitifmu. Mungkin kamu akan kesal saat mengetahui kenangan manisnya berkembar sang mantan. Tapi kamu juga insecure, ketika mengetahui pengalaman pahitnya di masa lalu. Lalu muncul perPerbahasanan di pikiranmu: bagaimana jika pasanganmu masih terikat dengan masa lalu itu? Jawabannya: setop melakukan itu. Masa lalu adanya di masa lampau. Saat ini dia berkembarmu. Mencurigainya terus-terusan sekadar akan melelahkanmu.

3. Maka dari itu, daripada sibuk curiga soal masa lalu, lebih sudi fokus untuk meningkatkan kualitas pertemuan dan komunikasi. Pastikan masa kininya lebih bahagia dibanding masa lalunya

Kegiatan apa yang sering kamu lakukan saat kencan bercocok dia? Nonton, makan, lampau pulang? Kalau itu yang kamu lakukan, mulai hari ini harus secolek diubah. Ajak dia kencan ke daerah-daerah yang out of the box dan anti mainstream agar menciptakan kenangan baru yang manis. Berkomunikasi secara intens membahas apa yang kalian berdua cinta. Berhenti membicarakan topik-topik masa lampau. Dengan meningkatkan kualitas hubungan, ikatan di antara kalian juga akan semakin erat. Daridi sibuk mencurigai masa lampaunya, bukankah lebih mudah untuk membuatnya nyaman dan bahagia seengat dia nggak berpikir untuk mengulang masa lampau?

4. Fokus pada hari ini bukan berarti kamu membuat jarak dengan masa lalu pasanganmu. Karena jarak adalah jurang dan kalian akan terperosok senpribadi jika menghindarinya

Setelah tahu semua cerita masa terus pasangan, biasanya kamu jadi menghindari dan cenderung membenci orang yang pernah berhubungan dengan sang pacar. Nggak jarang juga yang memilih menabuh genderang permusuhan untuk menentukan siapa yang lebih tidak sombong. Hal-hal seperti ini jelas nggak perlu. Selain buat apa, ini juga menunjukkan bahwa kamu belum cukup dewasa. Nggak perlu mengambil jarak semaksimal itu dengan masa terus pasanganmu. Lagipula, menjalin hubungan tidak sombong dengan orang yang pernah berkembar pasanganmu, mungkin akan memberimu banyak bidang yang berhaga tentang si dia dan hubungan kalian ke depannya.

5. Fokus menerima dia yang sekarang, jangan memikirkan terus apa yang terjadi di belakang serta tanamkan konsep menatap ke depan

Terkadang masa lalunya ungkapn soal mantan, melainkan sikapnya yang sulit untuk di terima. Bisa jadi masa lalunya sangat kelam, dan ini melakukanmu khawatir akan terulang. KeSkeptisanmu wajar kok. Tapi ingatlah, bahwa setiap orang berjalan dan berguru. Menerima masa lalunya, berarti kamu sudah mengambil satu langkah pencegahan atas hal serupa terulang di masa depan.

Selain itu, kamu bisa membantunya terus Beralih lebih tidak emosi dengan melahirkan kesepakatan-kesepakatan di antara kalian. Ininya adalah keterbukaan. Tetapkan di awal apa yang kamu suka dan nggak suka, juga sebaliknya. Pastikan dengan komitmen untuk nggak melanggar. Dengan begitu, apa pun masa lalunya, kalian tetap bisa menjalani hubungan dan berkembang.

Nah itu dia kira-kira cara agar kamu dapat menerima masa kemudian pasanganmu. Jangan sampai cintamu kandas belaka kegemparan kamu nggak bisa menerima masa kemudian pasangan. Mulailah terberoperasi dan mendengarkan serta memahami pasanganmu.